Powered By Blogger

Sabtu, 26 Mei 2012

Menunggu


Cipt      : Aghata Apilia Kristanti
Sekolah : SMA Pangudi Luhur Sukaraja

Pagi di awal pagi itu aku sedang duduk santai di ruang keluarga, tiba-tiba terdengar suara yang berasal dari HP ku. Ternyata terdapat satu pesan dari nomor baru, yang aku belum tahu milik siapa nomor tersebut. Setelah beberapa hari akhirnya dia bilang kalau dia adalah Roni. Roni adalah orang yang terlihat cuek dan acuh saat melihatku. Setelah beberapa saat terdiam, aku bertanya kepada diriku sendiri “ mengapa dia bisa menghubungiku? Dia mendapatkan nomor HP ku dari siapa? “
Akhirnya setelah beberapa hari smsan, aku memberanikan diri untuk bertanya demikian “ kamu dapat nomorku dari siapa? “. Jawabnya “ dari teman satu rumahmu “. Tentu saja aku langsung tahu dari siapa dia mendapatkan nomorku. Lalu aku bertanya lagi “ ada apa engkau menghubungiku? “, jawabnya “ kangen “. Saat dia menjawab dengan kata-kata kangen, jujur aku sangat terkejut.
Berawal dari sms, hubungan kami semakin hari semakin akrab. Sampai-sampai dia memanggil aku dengan sebutan sayang. Tentu saja awalnya aku merasa sedikit canggung dan kaku, dengan sebutan seperti itu. Aku merasa begitu karena kami belum menjalin hubungan yang spesial saja dia sudah memanggilku dengan sebutan sayang. Ku akui memang aku jatuh cinta dengan Roni sejak ada acara di sekolah bulan Desember tahun lalu.
Dalam acara itu, kami memang terlihat sangat dekat dan akrab jika dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya. Dalam acara tersebut kami selalu bersama, meskipun dalam acara itu aku dan Roni tidak satu kelompok. Aku dan Roni bisa selalu bersama, terutama saat makan. Kebersamaan ku dan Roni dalam acara tersebut kami akhiri sampai acara tersebut selesai.
Tetapi setelah beberapa minggu kemudian, aku dan Roni mengulang kembali kebersamaan kami yang telah berlalu. Saat itu aku, Roni dan teman-temanku yang lain sedang merayakan ulang tahun temanku di suatu tempat yang belum pernah aku kunjungi. Dan dalam acara tersebut, teman-temanku mulai curiga dengan kedekatanku dengan Roni. Memang dalam acara tersebut aku dan Roni terkesan selalu berdua. Bahkan foto-foto dalam acara tersebut kami terlihat mesra. Setelah acara tersebut selesai, kami pulang. Sungguh tak ku sangka kalau HP Roni terbawa di tas adiknya yang ikut dalam acara tersebut. Tentu saja saat HP Roni tertinggal, adik Roni dan teman-temanku membuka semua pesan dari ku. Dan mereka tampak penasaran. Eh.... ada satu temanku yang mencoba mencari tahu siapa yang oleh Roni disebut sayang. Aku sungguh tak menyangka, ketika ada salah satu temanku yang mencoba menghubungi nomor di HP Roni yang bernama sayang, tentu saja dari situ mereka tahu kalau nomor itu adalah aku.
Akhirnya mereka mengetahui kalau aku dan Roni sangat dekat. Dan tidak jarang orang bilang kalau aku dan Roni menjalin hubungan spesial. Sejak aku ketahuan sering sms Roni menggunakan kata-kata sayang, banyak teman-teman yang mengatakan tentang hubunganku dengan Roni. Kedekatan kami menjadi pembicaraan yang cukup menarik perhatian orang-orang di sekitarku. Hampir semua temanku mengetahui kedekatanku dengan Roni. Dan cukup banyak guru yang mengetahui kedekatan kami.
Hampir setiap hari aku harus menjawab pertanyaan dari teman-teman yang ingin mengetahui dengan jelas tentang hubungan kami. Tentu saja semakin aku sering ditanya, semakin aku bingung mau bicara apalagi. Mau bilang enggak kok smsnya mesra, dibilang ya tapi kok belum jadian.
Kadang-kadang aku harus bertanya pada diriku sendiri “ mengapa aku mau menjalani hubungan tanpa status kayak gini? “ dan jawabnya cuma satu, yaitu karena aku sayang sama dia. Berawal dari pertanyaan itu, aku mulai memberanikan diri untuk membicarakan hubunganku dengan Roni. Memang Roni dulu sempat menyatakan cintanya lewat sms, tentu saja aku memintanya untuk menyatakannya secara langsung. Tapi ia menjawab “ iya kapan-kapan “, kemudian aku berkata “ OK. Ku tunggu “.
Sejak pertanyaan itu aku lontarkan, aku tidak pernah membicarakan lagi tentang hubunganku dengan Roni sampai saat ini. Buat apa aku membicarakannya, biarlah dia sadar sendiri. Sembari aku menunggu dia menyatakan cinta, aku menjalin hubungan spesial dengan kedua mantanku. Pastinya setelah Roni menyatakannya aku akan memutuskan kedua pacarku dan aku akan menerima cintanya dan belajar untuk setia padanya. Ya..... meskipun entah sampai kapan aku harus menunggunya. sampai kapan pun akan kutunggu pernyataan cinta dari Roni. I wait for you

Tidak ada komentar:

Posting Komentar